Perbedaan MBR dan GPT pada Partisi

Perbedaan MBR dan GPT pada Partisi - Kegiatan install ulang Sistem Operasi tidak bisa lepas dari yang namanya memformat, mendelete, serta mengubah partisi. Diantara kegiatan tersebut diatas penting bagi kita untuk mengetahui Sistem Operasi apa yang akan kita pasang, jenis BIOS apa yang ada pada PC, serta apa itu MBR dan GPT dari sebuah partisi.

Sebelum melangkah lebih jauh, penting bagi kita untuk mengecek terlebih dahulu mengenal apa itu UEFI dan Legacy Boot Mode. Karena kedua jenis mode boot itu erat kaitannya dengan apa yang akan kita bahas kedepannya.


UEFI dan LEGACY

Untuk laptop keluaran terbaru, antara tahun 2016 hingga sekarang, umumnya Boot Mode mereka disetel ke mode UEFI, atau gampangnya kita bisa melihat langsung ke keyboard laptopnya, jika logo Windows yang ada di keyboard adalah logo Windows yang baru, maka bisa dikatakan laptop tersebut support mode UEFI, begitupun sebaliknya. Atau bisa dilihat ketika laptop booting (dinyalakan dari kondisi mati), kalau logo brand laptopnya berganti menjadi logo windows dan dibarengi dengan animasi titik-titik berputar khas loading windows, maka laptop itu menggunakan mode Legacy.

Jika ingin memastikan secara langsung Boot Mode apakah yang dipakai laptopnya atau PC nya, bisa ke menu BIOS, dibagian BOOT. BOOT MODE.

Nah, hubungan Boot Mode dengan tipe partisi adalah; untuk Boot Mode UEFI hanya support untuk mode GPT, sedangkan untuk yang Legacy support untuk MBR. Jadi sebelum membuat bootable Windows harap dipastikan terlebih dahulu, Mode BIOS yang digunakan serta Partisi Scheme yang dipakai. Baru deh kita buat Bootablenya.

Untuk yang akan menginstall ulang Windows yang semula Windows 7 dan ingin diganti Windows 8 atau Windows 10, bisa saja tetap menggunakan Mode MBR.

Perbedaan MBR dan GPT

Perbedaan antara MBR dan GPT bisa dilihat pada tabel dibawah.
KeteranganMBRGPT
SingkatanMaster Boot RecordGUID Partition Table
Jumlah Partisi per DiskHanya 4 partisi utamaUnlimited (tergantung OS)
Rekomendasi OSWindows 7 kebawahWindows 8 keatas
Kecepatan BootingCenderung LambatLebih cepat dari MBR
BahasaAssemblerC-language
Pada tabel diatas disebutkan bahwa tipe MBR hanya dapat dibagi menjadi 4 partisi utama saja, tapi kita bisa mengakalinya untuk membuat lebih banyak partisi dengan mengubah salah satu partisinya menjadi Extended Partition yang didalamnya dapat diisi dengan Logical Partition.

Permasalahan yang sering terjadi ketika kita salah memilih kombinasi dari ketiga aspek booting diatas antara lain; kegagalan dalam booting, tidak bisa diinstall ulang saat memilih partisi tertentu, dll.

Mengubah MBR ke GPT atau sebaliknya

Setelah mengetahui apa saja perbedaan dari MBR dan GPT serta UEFI dan Legacy kita menuju ke bagian cara convert MBR ke GPT.
Ada 3 hal yang menjadi poin penting dan perlu diingat;
  1. Pastikan hardware support UEFI, jika tidak, maka nanti tidak bisa booting,
  2. Ubah terlebih dahulu mode yang semula Legacy menjadi UEFI,
  3. GPT hanya support OS dengan 64-bit.

Sebelumnya, cara yang saya gunakan untuk konversi MBR ke GPT diharuskan untuk menghapus seluruh partisi yang ada pada disk tersebut. Jadi disarankan untuk membackup terlebih dahulu data-data penting.

Cara yang saya gunakan yaitu memanfaatkan sebuah Bootable Windows yang sudah disetel ke mode UEFI dan GPT, sedangkan PC saya MBR.
  1. Ubah Boot Mode menjadi UEFI,
  2. Pilih Custom pada saat memilih tipe instalasi,
  3. Pada langkah dimana windows akan diinstall atau saat memilih di partisi manakah akan diinstall, hapus semua partisi yang ada, sampai menyisakan satu partisi dengan tulisan Unallocated,
  4. Terkahir, tinggal klik "New" dan secara otomatis partisi baru tersebut akan berformat GPT karena kita memilih mode Boot UEFI.

Sebenarnya ada beberapa cara lagi, yang satu menggunakan DISKPART dan yang satu lagi menggunakan software AOMEI Partition Assistant Free.

Cara Memilih GPT atau MBR untuk Bootable

Nah, dari uraian panjang diatas, ketika kita akan membuat bootable, kita harus tahu Boot Mode apa yang digunakan, serta Partition Scheme apa yang terpasang, baru kita membuat bootable nya.

Software yang saya gunakan untuk membuat bootable adalah Rufus, syaratnya hanyalah flashdisk kosong minimal 8 GB dan kalo bisa yang sudah USB 3.0 agar cepat penginstalannya.


Setelah kita mendownload File ISO Windows, Rufus Portable, dan menyediakan Flashdisk. Berikut langkah-langkahnya.
  1. Buka Rufus Portable, jika flashdisk nya terbaca, tampilannya akan menjadi seperti diatas,
  2. Klik Select untuk memilih File ISO yang akan dijadikan Bootable,
  3. Pada pilihan Partition Scheme, sesuaikan dengan laptopnya, GPT atau UEFI, otomatis target sistem akan menyesuaikan,
  4. Jika sudah siap, tekan START. dan tunggu sampai progress bar Ready menjadi berwarna hijau sepenuhnya.

Dan demikianlah artikel tentang Partition Scheme MBR dan GPT, Boot Mode UEFI dan Legacy, dan cara membuat Bootable dengan Rufus. Semoga bermanfaat.


Download Links

Posting Komentar